please disable adblock and active javasript to acess this page...
Anda akan dialihkan ke halaman belanja pasardesaku.com dalam 60 detik, jika anda tidak dialihkan otomatis atau anda ingin langsung menuju halaman belanja untuk mulai belanja sekarang silahkan klik DISINI
BLANTERWISDOM101

Teknologi Canggih dalam pengelolaan sampah vs gerakan 4000 jogangan

Senin, 20 Juli 2020


Sumber: https://lingkunganhidup.jakarta.go.id/wp-content/uploads/2017/05/diagram-20170421085113-880x450.png

Berbagai teknologi Canggih untuk pengelolaan sampah sudah diciptakan. Seperti teknologi pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang Akan melakukan pembangunan Intermediate Treatment Facility atau ITF Sunter, ITF Sunter nantinya bakal menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) terbesar di Indonesia, dengan teknologi canggih dan telah dimanfaatkan di banyak negara maju. Dikutip dari Laman Lipi.go .id, Salah satu teknologi terkini lainnya yang di masa depan diperkirakan akan menjadi solusi terbaik dalam menangani masalah sampah adalah pemanfaatan teknologi plasma, atau lebih dikenal dengan nama plasma gasifikasi (gasification) dan pengkristalan atau vitrifikasi (vitrification). Berbagai teknologi Canggih tersebut tentunya berbiaya Mahal.

Namun yang menjadi pertanyaan kini? kenapa hingga sekarang belum ada yang dapat menciptakan alat atau teknologi yang dapat mengubah kebiasaan dan perilaku manusia secara instan. Bukankah Kunci pengelolaan sampah adalah manusianya? Sehebat apapun teknologi pengelolaan sampah yang telah diciptakan, apabila manusianya tidak bijak mengelola sampah. Tetaplah sampah tetap akan menjadi permasalahan sampai kapan pun. Perubahan butuh proses. Pengelolaan sampah di negara Jepang sukses karena pemerintah dan masyarakatnya telah terbiasa dengan sampah mulai dari pilah sampah dari sumbernya. Kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di masyarakat Jepang.

Berkaca dari negara Jepang, Pengelolaan sampah Mandiri menjadi solusi nyata, murah dan berkelanjutan dalam menangani sampah. Kunci keberhasilan pengelolaan sampah mandiri adalah masyarakat, maka
pemerintah desa Caturharjo, BUMdesa Catur Mandiri, pak dukuh dan pak RT serta semua pihak bersama-sama untuk turut peduli terhadap permasalahan sampah yang kelak akan datang di kemudian hari. Kemudian dilakukan FGD dengan seluruh pemangku kepentingan di desa dengan didampingi aktivis persampahan dari resikplus tercetuslah GERAKAN 4000 JOGANGAN.

Jogangan, sebuah langkah yang mudah, teknologi murah dan sudah teruji sejak jaman simbah-simbah dulu untuk digunakan mengolah semua jenis sampah organik, “seko lemah bali nang lemah” (dari tanah kembali ke tanah). Sedangkan "seko pabrik bali pabrik" (dari pabrik bali pabrik) yaitu jenis sampah kemasan laku jual akan dikumpulkan menjadi tabungan di bank sampah di tiap RT, dan jenis Residu akan dibuang ke TPA pemerintah. Dimana dalam pengelolaan lanjutannya ini menjadi tugasnya unit usaha pengelolaan sampah BUMDesa Catur Mandiri yaitu GRM (Gasik Resik Mandiri). Dengan adanya gerakan 4000 jugangan dan diharapkan paling tidak 85% sampah rumah tangga dapat teratasi sehingga beban anggaran pemerintah dalam pengelolaan sampah menjadi lebih ringan.

Mari bersama sama kita dukung GERAKAN MASYARAKAT 4000 JOGANGAN.

#Seko lemah bali lemah, seko pabrik bali pabrik
#Olah sampah,cara simbah
#Dukung Bantul Bebas Sampah 2020

Penulis. dimas sw / tegallayang x

Share This :

0 komentar