please disable adblock and active javasript to acess this page...
Anda akan dialihkan ke halaman belanja pasardesaku.com dalam 60 detik, jika anda tidak dialihkan otomatis atau anda ingin langsung menuju halaman belanja untuk mulai belanja sekarang silahkan klik DISINI
BLANTERWISDOM101

Itung itungan nilai rupiah Gerakan 4000 jogangan

Senin, 20 Juli 2020



Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mendorong dana desa digunakan untuk pengelolaan sampah. Dana desa selain digunakan untuk empat program prioritas juga bisa digunakan untuk pengelolaan sampah (Republika, https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pbg3el368). Rata-rata dana desa yang ditransfer ke desa dikisaran 800 juta hingga 1 M. Maka sah-sah saja apabila setiap desa dapat melakukan pengadaan alat pengolahan sampah dari harga belasan hingga ratusan juta.


Mari kita asumsikan ketika suatu desa dapat membeli alat pengolah sampah seharga 500 juta dengan dana desa. Mari kita bandingkan dengan gerakan 4000 jogangan. Gerakan 4000 jogangan adalah gerakan serentak masyarakat desa caturharjo untuk sadar lingkungan dengan membuat jogangan pada tanggal 12 Januari 202 yang berjumlah +- 4000 kk. asumsinya 1  kk 1 jogangan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sendiri. Kita asumsikan apabila ongkos tenaga kerja untuk membuat jogangan adalah 50 rb/hok. Maka nilai rupiah dari swadaya pembuatan jogangan adalah:
4000 x Rp 50.000 = Rp 200.000.000


Mari kita lanjutkan,
jogangan yang dibuat masyarakat ini fungsinya sama dengan komposter yang dijual dipasaran. Harga pasaran komposter mencapai 500 ribu per unitnya (cek di internet). Artinya dengan gerakan 4000 jogangan ini telah terbuat 4000 komposter. Maka, nilai rupiah dari Gerakan ini adalah: 
4000 x Rp 500.000 = Rp 2.000.000.000


jadi total nilai rupiah gerakan ini adalah 2.200.000.000 (2,2 M)


Mari kita bandingkan dengan alat seharga 500 juta yang telah kita asumsikan diatas. 
nilai rupiah alat : nilai rupiah pemberdayaan
500 juta < 2,2 Milyar


Kesimpulannya: 
gerakan 4000 jogangan yang serentak oleh masyarakat desa Caturharjo lebih mahal dari alat pengolah sampah seharga 500 juta sekalipun. Tidak perlu teknologi mahal untuk pengelolaan sampah. Ketika semua elemen masyarakat sepakat dan serentak bergerak untuk pengelolaan sampah inilah yang lebih mahal dari alat atau teknologi apapun. Betapapun canggihnya teknologi pengelolaan sampah, tetaplah tergantung manusianya, bijak tidak dalam mengelola sampah. Alat bisa saja rusak atau overload ketika manusianya tetap tidak bijak dalam mengelola sampahnya. Pengelolaan sampah mandiri menjadi kunci utama pengelolaan sampah.


Mari bersama sama kita dukung GERAKAN MASYARAKAT 4000 JOGANGAN.

#Seko lemah bali lemah, seko pabrik bali pabrik
#Olah sampah,cara simbah
#Dukung Bantul Bebas Sampah 2020

. | Penulis : dimas sw / tegallayang x   2019/12/25 10:29:44

Share This :

0 komentar