please disable adblock and active javasript to acess this page...
Anda akan dialihkan ke halaman belanja pasardesaku.com dalam 60 detik, jika anda tidak dialihkan otomatis atau anda ingin langsung menuju halaman belanja untuk mulai belanja sekarang silahkan klik DISINI
BLANTERWISDOM101

Dibalik layar Seko pabrik bali pabrik, rumah kumpul sampah Desa Caturharjo Bantul

Rabu, 22 Juli 2020



Ketika saya menyebut rumah kumpul sampah (rks), ingatlah selalu seko pabrik bali pabrik. 

Apa artinya? Dalam basa indonesia berarti yang dari pabrik harus kembali ke pabrik. 

Apa maksudnya dari pabrik harus kembali ke pabrik. ?

Sebelum menjawab pertanyaan itu saya ingin bertanya kepada anda, ketika anda misal membeli sabun mandi, yang ada butuhkan isinya atau wadahnya. Tentu anda pasti menjawab isinya, wadah bungkusnya yang anda anggap tak berharga pasti di buang. Inilah yang kita sebut sampah. Yang selama ini jadi permasalahan yang tak pernah terselesaikan. Karena sampah sampah produk dari pabrik masuk kategori sampah yang sulit terurai. Hal yang sama untuk barang barang lain. Bahkan beberapa orang harus membayar lebih untuk sekedar menyingkirkan sampah itu dari rumah anda.

Berangkat dari fakta itu, kita hanya butuh isinya bukan kemasan/ bungkusnya yang menjadi sampah. Merujuk pada UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Pasal 15

Produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam.

Jelas dalam pasal tersebut kemasan atau barang yanh diproduksi pabrik adalah tanggung jawab dari perusahaan yang memproduksi. Pada kenyataanya Hal ini sulit dilakukan, karena Kelemahan masyarakat untuk memperolah data yang akurat disertai bukti yang otentik.

Atas dasar itu, lahirlah konsep RUMAH KUMPUL SAMPAH sebagai media untuk  dari pabrik harus kembali ke pabrik. 


RUMAH KUMPUL SAMPAH, SEKO PABRIK BALI PABRIK

Rumah Kumpul Sampah atau RKS adalah titik poin pengumpulan sampah non organik di setiap RT di desa Caturharjo, Pandak. RKS (Rumah Kumpul Sampah) hanya untuk sampah non organik. Rumah kumpul sampah digunakan untuk mengumpulkan semua jenis sampah yang tidak dapat terurai  secara alami. Dalam pengelolaan sampah di RKS, sampah non organik di kategorikan menjadi 2 jenis yaitu laku jual dan tidak laku jual (residu). RKS akan berada di 77 RT di desa Caturharjo bantul. Istilah RKS mengadopsi sistem bank sampah yang lebih disederhanakan sehingga mudah diterapkan dimasyarakat pada umumnya. 

Pemerintah Desa Caturharjo, bantul mencanangkan gerakan lanjutan 4000 jogangan. Gerakan lanjutan itu adalah gerakan 77 Rumah Kumpul Sampah atau RKS. RKS (Rumah Kumpul Sampah) hanya untuk sampah non organik Rumah kumpul sampah digunakan untuk mengumpulkan semua jenis sampah yang tidak dapat terurai oleh secara alami. Dalam pengelolaan sampah di RKS, sampah
non organik di kategorikan menjadi 2 jenis yaitu laku jual dan tidak laku jual (residu). RKS akan berada di 77 RT di desa Caturharjo. Setiap RKS dikelola oleh 1 orang koordinator. Tugas koordinator sekarang lebih dipermudah dengan adanya aplikasi "juru sampah" yang dioperasikan di desa Caturharjo.

Keunggulan : RKS tidak menuntut pengelolanya untuk memilah hingga puluhan jenis sampah. RKS hanya memilah menjadi 3 kategori saja, busuk masuk jogangan, laku jual dan tidak laku jual masuk rks. RKS tidak menuntut pengelola nya untuk administrasi rumit,  cukup siapa pelangganya dan tabungannya tiap bulan yang sudah diitungkan oleh bank sampah induk. RKS mengajarkan kekeluargaan karena tabungan dari penjualan RKS adalah tabungan tiap RT artinya sistem tanggung renteng. Berbeda dengan Bank sampah yang lebih bersifat individual. . | Penulis : dimas satrio wibowo, S.Kel, M.M / Tegallayang 10, rt 5, Caturharjo, Pandak, Bantul   2020/01/18 19:22:38


Share This :

0 komentar